Ayojatim.com - Terik pertengahan Oktober 2026 di Surabaya tak menyurutkan senyum belasan pengemudi ojek online (ojol) yang berkumpul hari ini.
Di antara deru mesin kendaraan dan kesibukan jalanan kota, ada jeda hangat yang tercipta saat Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jawa Timur membagikan paket sembako dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri.
Baca juga: Potret Kapolda Jatim Mengatur Lalin, Menyapa dan Mendengar Masyarakat
Bagi kepolisian, deretan jaket hijau dan helm yang memadati lokasi bukan sekadar penerima bantuan. Mereka adalah napas jalanan, para penggerak roda ekonomi keluarga yang setiap hari merayap di tiap sudut kota, mendengar, dan melihat dinamika masyarakat secara langsung.
Penyerahan sembako secara personal diberikan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast. Ini menjadi simbol dari niat yang lebih dalam: merawat kemitraan, bukan sebatas urusan seremonial semata.
“Kami ingin membangun hubungan yang tulus dan dekat. Bukan hubungan yang baru muncul saat ada masalah, melainkan hubungan yang dirawat melalui komunikasi, kebersamaan, dan rasa saling percaya,” ujar Abast di sela kegiatan, Senin (19/10/2026).
Di balik kemudi sepeda motor, para pengemudi ojol memegang peran penting. Mobilitas mereka yang tinggi menjadikan komunitas ini benteng terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca juga: Sambangi Polda Jatim, Kapolri Tegaskan Komitmen Kolaborasi Bersama Ulama dan Masyarakat
Mengusung semangat "Jogo Omah", prinsip bahwa Jawa Timur adalah rumah bersama, kepolisian merangkul mereka sebagai mitra sejajar.
“Kami mengajak rekan-rekan ojol untuk saling membantu, peduli terhadap keselamatan di jalan, tanggap ketika melihat kecelakaan lalu lintas, serta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan kepada petugas kepolisian,” tutur Abast.
Tantangan hari ini pun tak hanya berada di atas aspal mulus, melainkan juga di ruang digital yang rentan diterpa arus informasi tak bertepi.
Di sinilah kepolisian menitipkan pesan agar para pengemudi ojol turut menjadi penyaring berita bohong dan provokasi di gawai atau ponsel masing-masing.
Baca juga: Polda Jatim Gulung Komplotan Penggelapan 185 Ton Gula Rp3 M, Tiga Pabrik jadi Korban
“Satu informasi, foto, atau video yang kita teruskan tanpa melakukan verifikasi dapat menimbulkan keresahan dan memperluas informasi yang belum tentu benar. Karena itu, mari kita bersama-sama lebih bijak menggunakan media sosial dan telepon genggam kita,” tegas Abast.
Pagi ini, paket sembako berpindah tangan, namun yang tertinggal adalah komitmen bersama.
Di Hari Jadi ke-75 Humas Polri yang mengusung tema "Polri Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri", jembatan komunikasi itu kembali diperkokoh, memastikan jalanan Jawa Timur tetap aman, hangat, dan kondusif bagi siapa saja yang menggantungkan hidup di atasnya.
Editor : Zain Ahmad