SITUBONDO – Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) membekali personel Australian Defence Force (ADF) dengan keterampilan bertahan hidup di hutan atau jungle survival dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) 5 Marinir, Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026). Dalam latihan ini, prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan sumber daya alam untuk menunjang kelangsungan hidup di tengah keterbatasan selama berada di hutan.
Materi latihan mencakup pengenalan potensi alam di sekitar serta teknik pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan dasar saat menghadapi situasi darurat di medan operasi.
Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro mengatakan, kemampuan bertahan hidup menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki prajurit ketika menghadapi kondisi medan yang sulit.
“Kesiapan mental dan fisik merupakan kunci utama keberhasilan survivor untuk dapat bertahan hidup,” tegasnya.
Melalui latihan jungle survival ini, prajurit Marinir Indonesia dan ADF diharapkan mampu meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai tantangan di medan penugasan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman untuk memperkuat kerja sama militer kedua negara dalam Latgabma Keris Woomera 2026.
Editor : Amal Jaelani