SITUBONDO – Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir melaksanakan operasi amfibi dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).
Latihan tersebut melibatkan TNI, khususnya Korps Marinir, bersama Australian Defence Force (ADF) untuk meningkatkan kemampuan tempur dan interoperabilitas kedua negara.
Baca juga: 752 Prajurit Marinir Resmi Sandang Baret Ungu, Siap Perkuat Satuan Operasional
Kegiatan ini mencakup penyelarasan prosedur taktis serta koordinasi unsur laut, darat, dan udara dalam pelaksanaan operasi amfibi.
Melalui latihan bersama tersebut, prajurit kedua negara mengasah kesiapan operasional sekaligus membangun kesamaan pemahaman dalam menghadapi berbagai tantangan di medan operasi.
Baca juga: Dalam Rangka HUT TNI, Prajurit Korps Marinir Bersihkan Sungai Rolak Surabaya
Latgabma Keris Woomera 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dan Australia.
Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro mengatakan, latihan bersama tersebut menjadi kesempatan strategis bagi prajurit untuk meningkatkan kemampuan taktis dan memperkuat koordinasi dengan pasukan negara sahabat.
Baca juga: Petarung Brigif 2 Marinir Asah Kemampuan Tempur di Hutan Baluran
“Latihan ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan profesionalisme, mengasah kemampuan taktis, serta menyelaraskan prosedur operasi dengan pasukan negara sahabat. Dengan latihan bersama, diharapkan terbangun koordinasi yang solid dan kesiapan prajurit dalam melaksanakan operasi amfibi secara efektif dan profesional,” ujarnya.
Pelaksanaan operasi amfibi di Pantai Banongan diharapkan semakin memperkuat kemampuan prajurit Korps Marinir dalam menjalankan tugas operasi, sekaligus meningkatkan interoperabilitas dengan Australian Defence Force dalam menghadapi berbagai skenario operasi militer.
Editor : Amal Jaelani