SURABAYA, AYOJATIM.COM - Semangat kemanusiaan dan jiwa kepahlawanan membara di tengah ribuan kader Palang Merah Remaja (PMR) serta PMI Kota Surabaya.
Suasana penuh kehangatan itu terpancar di Surabaya Expo Center (SUBEC) saat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan arahan penuh motivasi kepada para generasi muda Kota Pahlawan, Sabtu (26/9/2026).
Baca juga: Satu Tetes Darah untuk Kemanusiaan: 425 Pendonor Surabaya Terima Penghargaan di HUT ke-81 PMI
Dalam momen itu, Wali Kota Eri mengungkit kembali peristiwa bersejarah tahun 1945 di Hotel Yamato. Menurutnya, Momen heroik perobekan warna biru bendera Belanda menjadi Sang Saka Merah Putih mengandung filosofi mendalam yang harus terus dirawat oleh generasi penerus.
"Sang Merah Putih harus selalu berkibar di seluruh penjuru Indonesia. Tapi yang membuat saya bangga, Sang Merah Putih harus selalu berkibar di hati arek-arek Suroboyo," ungkapnya.
Eri menjelaskan, makna berkibar di dalam jiwa warga Surabaya adalah keberanian dalam menegakkan kebenaran, saling membantu, dan bergotong royong demi kebaikan bersama. Hal ini sejalan dengan slogan Youth for Humanity yang diusung oleh para pemuda.
"Apalah arti kita merdeka kalau tidak punya nilai-nilai kemanusiaan. Apalah arti menjadi manusia kalau hati kita tidak bisa menolong orang lain," tegasnya.
Sebagai bentuk dorongan nyata, Wali Kota Eri mengapresiasi PMI Kota Surabaya yang dinilai berhasil mencetak kader PMR berjiwa sosial tinggi.
Ia juga mengutip ajaran Ta'awanu 'alal birri wat taqwa, yakni perintah tolong-menolong dalam kebaikan, yang diwujudkan secara nyata oleh anak-anak muda Surabaya.
Baca juga: Jukir Surabaya Tuntut Bagi Hasil 70 Persen, Soroti Setoran Tunai Parkir
Guna memperkuat karakter tersebut sejak dini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menetapkan PMR sebagai salah satu ekstrakurikuler wajib pilihan di jenjang SD dan SMP di bawah naungan Pemkot Surabaya. Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi penerus yang berjiwa penolong dan peduli sesama.
Eri berpesan agar para pemuda tidak sekali-kali melupakan budaya lokal, menghargai perbedaan, serta mengedepankan sikap saling membantu.
"Arek Suroboyo sing ngandal iku sing menghormati budaya, menghargai perbedaan, dan biso ngebantu wong liyo. Sukses selalu untuk PMI dan PMR Kota Surabaya," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Harian PMI Surabaya Taufik Rohman Hidayat menegaskan bahwa posisi anggota PMR merupakan garda terdepan dalam wadah pembinaan kemanusiaan.
Baca juga: Warga Dharmahusada Permai Surabaya Tolak Pendirian Kos di Area Perumahan
"Seluruh anggota PMR diharapkan mampu mengaktualisasikan Tri Bhakti PMR, menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran, memperkuat jejaring persahabatan antarsekolah, serta terus mengasah keterampilan dan kreativitas," jelasnya.
Untuk diketahui, Festival PMR Kota Surabaya tahun ini mengusung tema Youth For Humanity (Generasi Muda Untuk Kemanusiaan).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 2.190 peserta dari 105 sekolah yang terdiri dari tingkat Mula (SD), Madya (SMP), hingga Wira (SMA), dan dibuka langsung oleh Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo.
Editor : Ulul Firmansyah