Terima Aspirasi Warga Silo dan Aktivis, Gus Fawait Komitmen Akomodir Keluhan Warga

Reporter : Diday Rosadi
Bupati Jember, Gus Fawait menerima aspirasi aktivis PMII yang aksi penyampaian pendapat bersama Gapoktanhut dan Warga Silo terkait keberadaan Batalyon TP di Kecamatan Silo. foto: dok.diskominfojember.

JEMBER — Rencana alih fungsi lahan hutan untuk pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memicu pertentangan dari warga lokal.

Kemudian, Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut), aliansi warga, dan para aktivis menggelar serangkaian aksi diplomasi di Kantor Pemkab Jember, Jumat (18/9/2026).

Bupati Jember, Gus Fawait, didampingi Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, hadir mendengarkan keluhan para pendemo.

"Yang pertama, saya mengucapkan terima kasih. Inilah adik-adik mahasiswa yang mengawal, adalah kaum-kaum akademis, maka aksinya pun dilakukan secara terhormat dan dilakukan secara kondusif," ungkapnya.

​Yang kedua, ia melanjutkan, kalau bupati ada, lanjutnya, pasti akan ditemui.

"Kalau saya tidak ada, ya tidak bisa temui. Jadi, karena hari ini saya ada, dan Ketua DPRD Alhamdulillah kami usahakan bisa hadir," terang bupati.

Bupati menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember itu ada dua. Yakni, eksekutif dan legislatif.

"Hari ini dua-duanya ada, tidak saling lempar lagi. Kalau kemarin cuma satu saja, nanti bisa saling lempar-lemparan. Ini dua-duanya lengkap dan mendengarkan apa nanti yang bisa didiskusikan dan cari solusi secara bersama-sama," ucap bupati.

Bupati Jember menegaskan bahwa hari ini Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk mendukung program nasional yaitu adalah ketahanan pangan.

"Saya mendengar, saya membaca laporan terkait ada sahabat-sahabat PMII Kabupaten Jember dan perwakilan petani yang menolak adanya pembangunan Batalyon TP di Kecamatan Silo," ulasnya.

​"Kami berkomitmen, setelah ditemui oleh sahabat-sahabat dan perwakilan petani, saya akan tindaklanjuti. Karena memang ini bukan murni kewenangan Pemerintah Kabupaten Jember, tetapi Pemerintah Kabupaten Jember tidak boleh melepaskan begitu saja," katanya.

​"Maka saya tindaklanjuti, nanti boleh perwakilan dari petani yang hadir boleh tunjuk perwakilannya siapa, perwakilan dari sahabat-sahabat mahasiswa boleh tunjuk perwakilannya siapa.

Kita bersama-sama menghadap kepada yang punya kewenangan untuk memutuskan apakah ini diteruskan atau tidak.

"Karena kalau kita hanya berdiskusi di Jember, ini tidak ada ujungnya karena kewenangan pun bukan sepenuhnya ada di bawah Pemerintah Kabupaten Jember," kata Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin tersebut.

​Namun Gus Fawait berkomitmen, apa pun yang diperjuangkan oleh masyarakat Kabupaten Jember, ada yang pro, ada yang kontra, pihaknya bakal mengakomodir semua.

"Baik yang pro dan kontra, tapi saya akan antarkan perwakilan mahasiswa dan perwakilan petani, kita menghadap kepada pemerintah yang punya kewenangan memutuskan ini diteruskan atau tidak," pungkasnya.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru