KOTA BATU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka trial opening Mega Science Center dan Budaya besutan Jawa Timur Park (JTP) Group di Kota Batu, Rabu (16/9/2026).
Gubernur Khofifah optimistis kehadiran wahana edukasi berbasis teknologi modern ini dinilai memberikan angin segar dan harapan baru dalam menyajikan pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) secara menyenangkan, interaktif, dan penuh kegembiraan bagi anak-anak.
"Hari ini saya rasa ada angin segar bagaimana STEM ini disajikan dengan suasana yang gembira dan anak-anak pasti akan sangat menikmati. Sehingga harapannya STEM kita ini akan punya referensi bagaimana menyajikan di dalam bentuk bermain learning by doing,” ucap Gubernur Khofifah.
“Apalagi juga digunakan teknologi AI yang canggih. Saya rasa digital IT disiapkan dengan ekosistem yang sangat baik,” tegasnya.
Lebih lanjut khusus, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jatim Park Group atas dedikasi dan inisiatif luar biasa dalam membangun pusat sains dan budaya berskala mega tersebut.
Bukan tanpa alasan, wahana pembelajaran ini telah dilengkapi kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI) serta ekosistem IT digital yang terintegrasi secara komprehensif.
Khofifah menilai hadirnya Mega Science Center dan Budaya ini dapat menjadi laboratorium pembelajaran luar biasa bagi sekolah-sekolah di Jawa Timur.
"Suasana yang dimana anak-anak bisa sambil belajar. Ini adalah ruang belajar luar biasa yang tidak mudah dan tidak murah kalau harus disiapkan oleh unit sekolah," tuturnya.
Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah mengajak para guru maupun orang tua agar nantinya dapat mengajak Putra Putri didiknya ke sini untuk menjadi bagian penanaman cinta STEM sejak dini.
"Saya rasa dari anak-anak TK sudah bisa dikenalkan kesini, supaya harapannya mereka memiliki kecintaan terhadap STEM sejak dini," lanjutnya.
Lebih dari sekadar sarana pendidikan dengan teknologi canggih, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai budaya lokal.
Menurutnya, ketika teknologi canggih diberseiringkan dengan kekayaan budaya, maka pembentukan karakter luhur dan identitas kebangsaan akan menyatu secara utuh dalam penguatan pembelajaran STEM.
"Mega Science center ini akan menjadi bagian dari penguat sisi keilmuan, sisi wisata dan sisi membangun identitas karakter," tegasnya.
Optimisme itu dijabarkan Khofifah saat membagikan pengalamannya mengunjungi berbagai Museum Internasional di berbagai negara.
Ia menuturkan bahwa dengan mengunjungi museum, maka akan dapat memahami, mempelajari dan mengetahui perjalanan sebuah bangsa.
"Dengan pemandu yang luar biasa akan memberikan daya tarik yang luar biasa juga kepada seluruh pengunjung. Jadi yang sedang dilakukan oleh Jatim Park Group adalah sisi bangunan karakter ada sisi peradaban selain dari science center," jelasnya.
Bahkan Gubernur Khofifah memuji prototype para tokoh baik itu seniman maupun presiden di Jatim Park yang pernah saya saksikan lebih bagus dibandingkan tempat lain di dunia.
"Ini artinya kekayaan intelektual dan kekayaan budaya hingga kreativitas anak-anak Malang dan Batu ini sungguh luar biasa," puji Khofifah.
Lebih jauh, Gubernur Khofifah mengaitkan kehadiran Mega Science Center dengan dinamika pergerakan peradaban dunia sebagaimana diprediksi oleh para pakar dan akademisi internasional.
Mengutip pandangan pakar internasional Kishore Mahbubani dan teori pergeseran peradaban, Mahbubani menyebut arus peradaban dunia tengah bergerak dari Timur Tengah, Eropa, Amerika, hingga kini bergeser menuju kawasan Asia.
Dalam peta pergeseran tersebut, kawasan ASEAN dan khususnya Indonesia dinilai memiliki peluang paling besar untuk menangkap pergeseran peradaban dunia.
"Ini akan menjadi bagian dari penguat ekosistem agar kita siap dalam mengambil peran menangkap proses pergerakan dari peradaban dunia. Rasanya peradaban dunia bisa kita bawa ke Indonesia dan Jawa Timur siap untuk menjadi bagian untuk menjadi sentra dari peradaban dunia yang bergerak," pungkasnya.
Sebagai informasi, museum ini dikembangkan di atas lahan sekitar 3 hektare, dengan 600 alat peraga dan lebih dari 1.000 artefak yang mencakup fisika, biologi, matematika, kimia, teknologi, robotik, hingga budaya.
Berada di kawasan Jatim Park 1, destinasi ini dirancang sebagai ruang pembelajaran berbasis pengalaman yang memungkinkan pengunjung berinteraksi secara langsung dengan berbagai fenomena ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, hingga kekayaan sejarah dan budaya Indonesia.
Beberapa tema pembelajaran dihadirkan diantaranya Zona Islam, Zona Budaya, Zona Antariksa, Zona Fisika, Zona Bencan Alam dan Zona Robotic AI dan sebagainya.
Editor : Diday Rosadi