SURABAYA, AYOJATIM – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara masyarakat mencari informasi. Selain Google, masyarakat kini juga menggunakan ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan fitur AI Search untuk mencari informasi, produk, layanan, hingga rekomendasi bisnis.
AI Visibility adalah seberapa sering, seberapa relevan, dan seberapa akurat brand atau konten muncul, disebut, atau dijadikan referensi dalam jawaban AI.
Baca juga: Himpunan Humas Hotel Surabaya Raya Ajak Praktisi Hospitality Belajar Lewat UNMUTE STORY Vol. 02
Mas ZAR, praktisi digital branding dan konsultan visibilitas digital, menjelaskan bahwa AI Visibility bukan pengganti SEO, melainkan perluasan strategi digital agar brand tidak hanya ditemukan di mesin pencari, tetapi juga dipahami oleh sistem AI.
“SEO tetap penting. Namun, brand juga perlu memiliki informasi yang jelas, konsisten, dan kredibel agar dapat dipahami ketika masyarakat mencari rekomendasi melalui AI,” ujar Mas ZAR, Rabu (16/9/2026).
Salah satu contoh penerapannya terlihat pada brand CIOMY. Melalui aktivitas nyata, dokumentasi, publikasi media online, press release, serta konten media sosial melalui jaringan Media BAIK, narasi CIOMY sebagai brand yang mendukung kegiatan dakwah dan sosial diperkuat.
Pada pencarian Google dengan kata kunci “ciomy support dakwah”, tangkapan layar yang dibagikan Mas ZAR menunjukkan Google AI Overview merangkum informasi mengenai dukungan CIOMY terhadap kegiatan dakwah dan syiar Islam, dengan sumber dari sejumlah media online serta akun media sosial.
Baca juga: Promosi di Era AI, Praktisi Branding Bagikan 5 Tips Khusus Agar Brand Muncul di ChatGPT dan Gemini
Mas ZAR menilai, hal tersebut menunjukkan pentingnya membangun jejak informasi digital melalui berbagai kanal.
“Brand tidak cukup hanya terlihat. Brand juga harus dipahami dengan benar. Karena itu, SEO, Digital PR, publikasi media, dan penguatan otoritas digital perlu berjalan bersama,” pungkasnya.
Editor : Amal Jaelani