SUMENEP, AYOJATIM - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan melalui kehadirannya dalam kegiatan Stadium General yang diselenggarakan Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura) dengan tema “Industrialisasi Kawasan Madura di Era Transformasi Ekonomi: Peluang Investasi, Penguatan SDM, dan Inovasi Teknologi”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pesantren Lantai 3, Gedung Campaka, UNIBA Madura, Jl. Raya Lenteng No. 10, Batuan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (14/09/2026).
Baca juga: Pelabuhan Bengkulu Kini Pakai Drop Tank, Bongkar Muat PFAD Lebih Cepat
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan untuk memperluas wawasan generasi muda mengenai dinamika industri kepelabuhanan sekaligus tantangan transformasi ekonomi di kawasan Madura.
Dalam kesempatan tersebut, PTP Nonpetikemas menghadirkan Port Connect, program edukasi bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan dan logistik.
Dalam perspektif kepelabuhanan, pengembangan potensi tersebut membutuhkan ekosistem logistik yang mampu menghubungkan sentra produksi dengan pasar. Pelabuhan berperan sebagai salah satu simpul dalam penguatan konektivitas logistik yang menjadi katalisator industrialisasi dan hilirisasi di kawasan Madura.
Rektor UNIBA Madura, Prof. Dr. Ir. H. Rachmad Hidayat, M.T., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa Stadium General menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan industri kepelabuhanan serta potensi kawasan Madura dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Dekan Fakultas Hukum sekaligus Komisaris PT Pelabuhan Teluk Lamong, Dr. K.H. R.P. Zainal Abidin Amir, M.A., juga menambahkan bahwa industrialisasi kawasan harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia dan teknologi. Dan, melalui forum seperti ini, ia berharap adanya penanaman pemahaman kepada mahasiswa bahwa penguatan SDM dan inovasi teknologi adalah kunci agar Madura mampu bersaing di era transformasi ekonomi.
Sedangikan Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Indra Hidayat Sani, M.B.A., dalam paparannya menilai penguatan SDM menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan kawasan. Pihaknya, ingin mahasiswa melihat bahwa pelabuhan bukan sekadar tempat bongkar muat, tetapi bagian dari ekosistem ekonomi yang menghubungkan produksi, industri, dan pasar.
"Karena itu, kami mendorong mahasiswa UNIBA Madura untuk mempersiapkan diri menjadi SDM unggul yang tidak hanya mencari peluang di luar daerah, tetapi juga mampu menciptakan dan mengembangkan peluang di Madura,” tuturnya, didepan jajaran pimpinan, dekan, kepala departemen, dosen, dan ratusan mahasiswa UNIBA Madura.
Ia menambahkan, pelabuhan memiliki peran krusial dalam mendukung perekonomian nasional maupun daerah. Kolaborasi dengan dunia pendidikan juga diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai beragam peluang karier, inovasi, dan pengembangan usaha yang berkaitan dengan ekosistem kepelabuhanan dan logistik.
Senada dengan hal tersebut, Komisaris Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Dr. Prakosa Hadi Takariyanto, M.M., juga menekankan kepada para peserta yang hadir tentang pentingnya mengubah potensi daerah menjadi nilai tambah ekonomi, termasuk Madura.
Baca juga: PTP Nonpetikemas Perkuat Komitmen K3 di Cabang Cirebon
Dan, kehadiran pelabuhan juga sebagai simpul logistik memiliki peran strategis dalam mempercepat proses tersebut.
"Kami ingin mahasiswa UNIBA Madura menjadi bagian dari transformasi ini. Madura memiliki potensi yang sangat besar, namun potensi baru akan menjadi kekuatan ketika berhasil diubah menjadi nilai tambah,” tegasnya.
Selama ini, pulau Madura di empat Kabupaten memiliki beragam potensi, mulai dari ikan, garam, pertanian hingga pariwisata. Namun, investor tidak hanya melihat apa yang dimiliki suatu daerah, tetapi juga apa yang dapat dibangun dan dikembangkan dari potensi tersebut.
"Karena itu, hilirisasi menjadi penting agar sumber daya Madura tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi berkembang menjadi produk dan aktivitas ekonomi dengan nilai tambah yang lebih tinggi," tambahnya.
Selain itu, PTP Nonpetikemas juga menyampaikan bahwa masa depan pembangunan Madura membutuhkan keterlibatan generasi mudanya. Hal tersebut sekaligus menegaskan bagaimana pentingnya peran generasi muda sebagai penggerak perubahan sekaligus bagian dari ekosistem pembangunan daerah.
Kesiapan mental generasi muda juga menjadi perhatian. Mahasiswa didorong tidak hanya menguasai kemampuan akademik, tetapi juga memiliki mental untuk menghadapi perubahan dan perkembangan dunia industri.
Baca juga: Semester I 2025, PTP Nonpetikemas Catat Kinerja Bertumbuh
“Masa depan Madura tidak akan dibangun oleh orang lain. Masa depan Madura akan dibangun oleh generasi yang ada di ruangan ini hari ini,” pungkasnya.
Salah satu peserta menilai kegiatan tersebut membuka wawasan mengenai peluang kerja dan investasi di daerah, sekaligus menjadi lebih menarik melalui penyampaian materi yang membawa wawasan serta sesi interaktif melalui kuis dan games berhadiah.
Sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan, dalam momentum tersebut PTP Nonpetikemas juga menyalurkan bantuan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada UNIBA Madura untuk mendukung kegiatan akademik dan kemahasiswaan.
Melalui kegiatan Stadium General ini, PTP Nonpetikemas berharap sinergi dengan dunia pendidikan dapat terus berkembang, khususnya di kawasan Madura.
Kolaborasi tersebut diharapkan turut membentuk generasi muda yang memiliki wawasan industri, kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta keberanian untuk mengambil peran dalam industrialisasi dan pengembangan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Editor : Amal Jaelani