BRICS+ Fashion Summit Moskow Buka Peluang Baru bagi Industri Fashion Indonesia

Reporter : AM Lukman J
BRICS+ Fashion Summit yang kembali digelar di Moskow, Rusia, pada 28–30 September 2026. Foto: Magnifique/Ayojatim

MOSKOW, AYOJATIM — Pelaku industri fashion Indonesia mendapat peluang memperluas jejaring bisnis internasional melalui BRICS+ Fashion Summit yang kembali digelar di Moskow, Rusia, pada 28–30 September 2026.

Forum bisnis fashion yang telah mendapat akreditasi resmi dari BRICS tersebut mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Dalam beberapa penyelenggaraan terakhir, BRICS+ Fashion Summit tercatat menghadirkan komunitas fashion dari lebih dari 100 negara.

Baca juga: Moscow Fashion Week Segera Digelar, Soroti Brand Sustainable Fashion Indonesia yang Kian Bersinar

Bagi pelaku industri fashion Tanah Air, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membuka koneksi baru dengan pasar Asia, Amerika Latin, Afrika hingga Timur Tengah.

Peluang tersebut semakin relevan di tengah dinamika perdagangan global yang terus berubah. Indonesia sebagai salah satu negara dengan industri tekstil dan fashion yang kuat perlu memperluas tujuan ekspor agar tidak terlalu bergantung pada pasar tertentu.

Diversifikasi pasar pun menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan industri di tengah perubahan kebijakan perdagangan dan tarif dari sejumlah mitra dagang utama.

BRICS+ Fashion Summit menawarkan akses ke sejumlah pasar berkembang yang memiliki potensi besar bagi industri fashion.

Pertumbuhan jenama lokal di berbagai negara juga menciptakan peluang kolaborasi, investasi, distribusi hingga pertukaran pengetahuan antar pelaku industri.

Warisan Budaya Jadi Kekuatan Fashion Indonesia

Selain aspek bisnis, Indonesia memiliki modal kuat dari sisi budaya. Kekayaan tekstil Nusantara dan teknik tradisional seperti batik menjadi bagian dari identitas fashion yang berpotensi dikembangkan untuk pasar global.

Isu mengenai heritage dan identitas lokal menjadi salah satu pembahasan dalam BRICS+ Fashion Summit musim ini. Kondisi tersebut membuka ruang bagi pelaku fashion Indonesia untuk memperkenalkan bagaimana kerajinan tradisional dapat dikembangkan menjadi produk modern tanpa kehilangan karakter budayanya.

Kehadiran delegasi Asia juga diperkirakan semakin memperkuat jaringan regional dalam forum tersebut.

Sejumlah tokoh industri yang telah mengonfirmasi kehadiran antara lain Nguyen Vi Huu Canh, Head of Fashion Sector VDAS Vietnam; Don Protasio, Co-founder sekaligus Creative Director Phnom Penh Designers Week dari Kamboja; Asad Sattar, Founder dan Creative Director Arka Fashion Week Bangladesh; Ajai Vir Singh, Managing Director Colombo Fashion Week Sri Lanka; serta Mubashar Naseer Butt, CEO Body Media International dari Pakistan.

Keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut juga bukan kali pertama. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Indonesia telah diwakili Indonesian Fashion Chamber, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), hingga produsen tekstil seperti Pan Brothers.

Event Director Indonesian Fashion Chamber Ali Charisma menilai keikutsertaan dalam BRICS+ Fashion Summit memberikan pengalaman sekaligus jejaring baru bagi pelaku industri fashion.

“Pengalaman saya di BRICS+ Fashion Summit benar-benar luar biasa. Saya berkesempatan bertemu banyak profesional di bidang fashion, desainer, creative entrepreneur, dan pelaku industri yang belum pernah saya temui sebelumnya,” ungkap Ali Charisma.

Menurutnya, keberagaman peserta juga menunjukkan besarnya komunitas fashion yang berkembang di Rusia dan kawasan sekitarnya.

Pandangan serupa disampaikan Nguyen Vi Huu Canh. Menurutnya, pertemuan tersebut memberikan perspektif lebih luas mengenai tantangan yang dihadapi industri fashion di berbagai negara berkembang.

“Menghadiri BRICS+ Fashion Summit di Moskow sangat memperluas pemahaman saya tentang komunitas fashion global,” ujarnya.

Ia menilai perbedaan budaya, ukuran pasar, dan tingkat perkembangan ekonomi tidak menghilangkan adanya persoalan yang sama di berbagai negara. Tantangan tersebut antara lain keterbatasan investasi, distribusi internasional, transformasi teknologi, pelestarian kerajinan tradisional hingga kebutuhan memperkuat local brand.

Moscow Fashion Week Jadi Magnet Fashion Global

Rangkaian agenda fashion di Moskow juga akan semakin semarak dengan penyelenggaraan Moscow Fashion Week pada 26 September hingga 1 Oktober 2026.

Ajang tersebut menjadi salah satu panggung penting bagi emerging designers dari berbagai negara. Sejumlah desainer internasional dijadwalkan hadir dari Tiongkok, Sri Lanka, Turki, Spanyol, Kazakhstan, Inggris dan sejumlah negara lainnya, berdampingan dengan jenama lokal Rusia.

Kehadiran Moscow Fashion Week sekaligus melengkapi momentum BRICS+ Fashion Summit. Para pelaku industri yang datang ke Moskow tidak hanya mendapatkan ruang untuk membangun koneksi bisnis, tetapi juga dapat melihat langsung perkembangan tren, kreativitas desainer serta potensi pasar fashion Rusia dan kawasan Eurasia.

Bagi Indonesia, kombinasi forum bisnis dan ajang fashion tersebut membuka peluang untuk membawa kekayaan tekstil serta kreativitas jenama lokal ke jaringan yang lebih luas.

Di tengah persaingan industri fashion global yang semakin dinamis, memperkenalkan identitas lokal sekaligus membangun koneksi lintas negara menjadi salah satu cara bagi jenama Indonesia untuk naik kelas di pasar internasional.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru