Dr. Suparti Dikukuhkan Jadi Profesor UT, Bawa Strategi Baru Pembelajaran Literasi Bahasa di Era Digital

Reporter : AM Lukman J
Prof. Dr. Suparti, M.Pd. (tiga dari kiri) saat dikukuhkan sebagai profesor Universitas Terbuka (UT) bersama lima profesor lainnya, Rabu (6/8/2025). Foto: Dok-pribadi/Ayojatim

SURABAYA, AYOJATIM.COM – Prof. Dr. Suparti, M.Pd. resmi dikukuhkan sebagai profesor Universitas Terbuka (UT) bersama lima profesor lainnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Suparti, M. Pd.,membawa perhatian pada persoalan penting dalam dunia pendidikan, yakni bagaimana membangun kemampuan literasi peserta didik agar tetap berkembang di tengah perubahan pola belajar pada era digital.

Pengukuhan tersebut berlangsung di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Rabu (6/8/2025), sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-42 Universitas Terbuka yang mengusung tema “Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri.”

Suparti menawarkan strategi pembelajaran literasi melalui tiga pendekatan, yakni brainstorming, free writing, dan umpan balik guru. Metode tersebut dirancang untuk memberi ruang lebih besar kepada peserta didik dalam mengembangkan gagasan, menuangkan pemikiran, sekaligus memperbaiki kemampuan menulis secara bertahap.

Bagi Suparti, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Proses pembelajaran juga perlu mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berani menyampaikan gagasan, serta mampu mengembangkan kreativitas dalam menghadapi derasnya informasi digital.

Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan ketika peserta didik berhadapan dengan lingkungan belajar yang berubah cepat. Teknologi membuat informasi semakin mudah diperoleh, tetapi pada saat yang sama membutuhkan kemampuan untuk memilah, memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara tepat.

Melalui strategi brainstorming, peserta didik didorong menghasilkan berbagai gagasan sebelum mulai menulis. Tahap tersebut kemudian dapat dilanjutkan dengan free writing, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuangkan ide secara lebih bebas tanpa terlalu dibatasi pada tahap awal.

Peran guru kemudian menjadi penting melalui pemberian umpan balik. Masukan yang diberikan tidak hanya berfungsi memperbaiki kesalahan dalam tulisan, tetapi juga membantu peserta didik memahami bagaimana sebuah gagasan dapat dikembangkan menjadi tulisan yang lebih kuat dan terstruktur.

Gagasan Suparti menjadi salah satu dari enam perspektif keilmuan yang ditawarkan dalam pengukuhan profesor UT tahun ini. Keenam profesor tersebut membawa kepakaran yang beragam, mulai dari pendidikan, literasi dan pembelajaran, kecerdasan artifisial, tata kelola pemerintahan, lingkungan perkotaan, hingga perlindungan pekerja migran.

"Semoga semakin manfaat dan berkah bagi UT dan lingkungan. Secara khusus Pembelajaran Literasi Bahasa," ungkapnya, kepada Ayo Jatim, Rabu (12/8/2026).

Prof. Dr. Tita Rosita, M.Pd., misalnya, mengembangkan gagasan mengenai ekosistem pembelajaran abad ke-21 melalui manajemen strategis, teknologi digital, learning analytics, dan kecerdasan artifisial. Sementara Prof. Dr. Meri Noviyanti, S.Si., M.Pd., menghadirkan pendekatan pembelajaran matematika melalui Python Virtual Lab, GeoGebra interaktif, dan AI untuk memperkuat kompetensi pendidik serta computational thinking.

Dari bidang pemerintahan, Prof. Dr. Siti Aisyah, M.Si. memperkenalkan konsep smart governance untuk mendorong pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berbasis data. Prof. Dr. Rahmat Hidayat, S.Sos., M.Si. mengembangkan model pelaporan kolaboratif berbasis aplikasi digital untuk memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia dari ancaman forced scamming.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Edi Rusdiyanto, M.Si. membawa pendekatan River–Settlement Symbiotic System (RS3) yang menempatkan sungai dan kawasan permukiman sebagai satu kesatuan ekosistem dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Beragam gagasan tersebut memperlihatkan arah pengembangan keilmuan di Universitas Terbuka yang tidak berhenti pada ruang akademik. Riset dan pemikiran para profesor diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan bertambahnya enam profesor membuat UT kini memiliki 45 profesor. Para profesor tersebut diharapkan menjadi teladan akademik, penggerak inovasi, sekaligus pemimpin kelompok riset yang mampu mendorong hasil penelitian hingga tahap hilirisasi.

Kehadiran Prof. Dr. Suparti menjadi bagian dari upaya tersebut. Melalui strategi pembelajaran literasi yang menempatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menulis sebagai bagian penting dari proses pendidikan, gagasannya memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan pembelajaran di tengah transformasi digital.

Pengembangan literasi juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Pendidikan yang mampu membangun kemampuan berpikir dan berkomunikasi peserta didik menjadi salah satu fondasi penting untuk mempersiapkan generasi yang adaptif terhadap perubahan.

Pengukuhan profesor Universitas Terbuka akhirnya bukan sekadar penambahan jumlah guru besar. Lebih dari itu, momentum tersebut memperlihatkan bagaimana kepakaran akademisi dapat diarahkan untuk menghasilkan gagasan yang memiliki manfaat langsung bagi pendidikan dan kehidupan masyarakat.

Bagi Suparti, penguatan literasi melalui pembelajaran yang kreatif menjadi salah satu jalan untuk memastikan peserta didik tidak sekadar menjadi konsumen informasi di era digital, tetapi mampu berpikir, menghasilkan gagasan, dan mengomunikasikannya melalui karya yang berkualitas.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru