The Skinbars Membawa Gagasan Healthy Aging untuk Mendukung Surakarta Wellness City 2030

Reporter : AM Lukman J
Forum eksklusif yang mempertemukan Wali Kota Surakarta dengan sejumlah entrepreneur lokal, saat membahas visi Wellness City 2030, Kamis (6/8/2026). Foto: Dok-The Skinbars/Ayojatim

SURAKARTA, AYOJATIM.COM – Menjaga kesehatan tidak seharusnya baru dimulai ketika seseorang jatuh sakit, namun justru perlu dipersiapkan sejak seseorang masih dalam kondisi sehat.

Hal tersebut disampaikan Founder The Skinbars, dokter Neisa Sinaputri, yang merupakan sosok dokter anti-aging, Kamis (6/8/2026).

Gagasan itulah yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan The Skinbars dalam mengembangkan layanan Healthy Aging berbasis sains dan teknologi medis.

Konsep tersebut mendapat ruang untuk berkembang lebih luas ketika perwkilan The Skinbars hadir dalam sebuah forum eksklusif yang mempertemukan Wali Kota Surakarta dengan sejumlah entrepreneur lokal. Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan mengenai peluang kolaborasi dalam mendukung visi Pemerintah Kota Surakarta membangun Wellness City 2030.

Di tengah pelaku usaha dari berbagai sektor, termasuk kuliner dan industri kreatif, The Skinbars membawa perspektif berbeda. Klinik yang bergerak di bidang kesehatan dan estetika tersebut melihat bahwa pembangunan kota yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat juga perlu ditopang oleh kesadaran terhadap kesehatan preventif.

Bagi dr. Neisa, wellness bukan sekadar tren gaya hidup atau persoalan penampilan. Wellness berkaitan erat dengan bagaimana seseorang dapat mempertahankan kualitas hidup, kesehatan metabolik, kebugaran, serta produktivitas hingga usia lanjut.

“Masa depan layanan kesehatan bukan hanya mengobati penyakit, tetapi membantu masyarakat tetap sehat lebih lama. Itulah filosofi healthy aging yang selama ini kami bangun di The Skinbars,” ujar dr. Neisa Sinaputri, Dipl. AAAM.

Perjalanan The Skinbars tidak hanya berbicara tentang perawatan kulit. Di balik layanan yang ditawarkan, klinik tersebut membawa pendekatan yang lebih luas mengenai kesehatan dan proses penuaan.

Dr. Neisa mengembangkan pendekatan anti-aging dengan melihat proses penuaan sebagai sesuatu yang perlu dikelola secara menyeluruh. Kondisi kulit menjadi salah satu indikator yang terlihat, tetapi kesehatan metabolisme, gaya hidup, kebugaran, hingga kualitas hidup juga menjadi bagian dari perhatian.

Karena itu, edukasi menjadi salah satu bagian penting yang terus dibangun The Skinbars.

Menurut dr. Neisa, masyarakat perlu memahami bahwa investasi kesehatan tidak harus menunggu munculnya penyakit. Pemeriksaan, perubahan gaya hidup, pemahaman terhadap kondisi tubuh, serta pemanfaatan teknologi medis secara tepat dapat menjadi bagian dari langkah preventif.

“Kami ingin semakin banyak masyarakat memahami bahwa investasi kesehatan sebaiknya dimulai sebelum penyakit atau tanda penuaan muncul,” ungkapnya.

Cara pandang tersebut membuat The Skinbars berupaya menempatkan klinik bukan sekadar sebagai tempat melakukan perawatan, tetapi juga sebagai ruang edukasi mengenai bagaimana seseorang dapat menjalani proses penuaan secara lebih sehat.

Menyambut Gagasan Surakarta Wellness City 2030

Kehadiran The Skinbars dalam forum bersama Wali Kota Surakarta menjadi momentum untuk mempertemukan gagasan tersebut dengan agenda pembangunan kota.

Konsep Surakarta Wellness City 2030 membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat.

Bagi The Skinbars, ekosistem semacam itu penting karena menciptakan lingkungan yang mendorong masyarakat untuk menjadikan kesehatan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui layanan klinis, tetapi juga melalui edukasi kesehatan, inovasi berbasis sains, pemanfaatan teknologi, serta peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dr. Neisa melihat pembangunan wellness city sebagai sebuah proses yang membutuhkan perubahan cara pandang. Kota yang sehat bukan hanya memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, tetapi juga masyarakat yang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidupnya.

Dalam konteks tersebut, sektor kesehatan memiliki ruang untuk berperan lebih luas.

Bagi dr. Neisa, Healthy Aging pada akhirnya bukan tentang mengejar usia muda atau sekadar mempertahankan penampilan.

Lebih dari itu, konsep tersebut berbicara tentang bagaimana seseorang tetap dapat menjalani kehidupan secara aktif, mandiri dan produktif seiring bertambahnya usia.

Pandangan itu pula yang menjadi salah satu fondasi The Skinbars dalam mengembangkan layanan anti-aging berbasis pendekatan medis dan edukasi.

“Healthy Aging tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga kesehatan metabolik, kebugaran, kualitas hidup, serta kemampuan seseorang untuk tetap aktif dan produktif seiring bertambahnya usia,” jelasnya.

Semangat tersebut dinilai memiliki irisan kuat dengan gagasan Surakarta sebagai kota wellness.

Ketika masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan merupakan investasi jangka panjang, layanan kesehatan preventif memiliki peluang untuk menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan.

The Skinbars pun membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperkuat budaya hidup sehat di Surakarta.

Bagi klinik tersebut, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kota yang sehat. Dunia usaha, tenaga kesehatan, akademisi, media, komunitas dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Forum yang mempertemukan dr. Neisa dan The Skinbars dengan Pemerintah Kota Surakarta menjadi salah satu langkah awal untuk mempertemukan gagasan tersebut.

Dari sebuah klinik yang berangkat dari dunia estetika dan anti-aging, dr. Neisa kini membawa pesan yang lebih luas: menua adalah proses alami, tetapi menjalani usia dengan tubuh yang sehat, aktif dan berkualitas merupakan sesuatu yang dapat dipersiapkan.

Pesan itulah yang ingin terus dibawa The Skinbars, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap cita-cita Surakarta membangun ekosistem wellness menuju 2030.

Jika kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat, gagasan Surakarta Wellness City 2030 bukan hanya menjadi slogan pembangunan, tetapi dapat tumbuh menjadi budaya baru: menjadikan kesehatan, kualitas hidup, dan produktivitas sebagai bagian dari karakter masyarakat kota.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru