Saat Kopi Gombengsari Naik Kelas ke Meja Fine Dining, Kokoon Hotel Banyuwangi Hadirkan Pengalaman Kuliner Berbeda

Reporter : AM Lukman J
General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristianti, turut menyajikan Four Hands Dinner di Kokoon Hotel Banyuwangi, Jumat (31/7/2026). Foto: KHB/Ayojatim

BANYUWANGI, AYOJATIM.COM – Aroma kopi biasanya mengawali pagi atau menemani sore yang tenang. Namun, di tangan para chef, kopi mampu menjelma menjadi elemen utama dalam sebuah perjalanan kuliner yang elegan.

Itulah pengalaman yang ditawarkan Kokoon Hotel Banyuwangi melalui Four Hands Dinner bertajuk "Ada Apa Dengan Coffee", Jumat malam (31/7/2026), dengan mengangkat Kopi Gombengsari sebagai bintang utama di setiap sajian.

Baca juga: Kokoon Hotel Banyuwangi Rayakan Appreciation Week, Karyawan Dapat Apresiasi Lewat Cokelat hingga Canteen Day

Bertempat di Ijen Restaurant, lantai 3 Kokoon Hotel Banyuwangi, para tamu tidak sekadar menikmati makan malam. Mereka diajak menyusuri cerita tentang salah satu kopi terbaik Banyuwangi, yang lahir dari kawasan Gombengsari, lalu diterjemahkan menjadi rangkaian hidangan berkelas melalui sentuhan gastronomi modern.

Jika selama ini kopi lebih dikenal sebagai minuman, malam itu persepsi tersebut berubah. Karakter kopi hadir dalam setiap course, mulai dari amuse-bouche, hidangan pembuka, sup, hidangan utama, hingga penutup. Setiap sajian menghadirkan keseimbangan rasa yang mengejutkan, memadukan aroma khas kopi dengan bahan-bahan pilihan tanpa menghilangkan identitas cita rasanya.

General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristianti, mengatakan tema "Ada Apa Dengan Coffee" dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan lokal Banyuwangi sekaligus upaya memperkenalkan kopi dari sudut pandang yang lebih luas.

"Melalui pengalaman ini, kami ingin menunjukkan bahwa kopi memiliki potensi yang jauh lebih luas daripada sekadar minuman. Dengan sentuhan kreativitas dan kolaborasi, kopi dapat menjadi bagian dari sebuah perjalanan kuliner yang memberikan pengalaman baru bagi para tamu," ujarnya.

Konsep Four Hands Dinner mempertemukan dua chef dalam satu dapur untuk merancang menu yang saling melengkapi. Setiap hidangan disusun layaknya sebuah cerita, menghadirkan interpretasi berbeda terhadap Kopi Gombengsari melalui teknik memasak modern yang berpadu dengan kekayaan bahan pangan lokal.

Lebih dari sekadar eksplorasi rasa, pengalaman tersebut menjadi cara baru memperkenalkan identitas Banyuwangi kepada para pencinta kuliner.

Baca juga: Sosok Weni Kristanti, General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi yang Turun Langsung ke Dapur Racik Dessert Cokelat

Kopi yang selama ini dikenal sebagai komoditas unggulan daerah dihadirkan sebagai bagian dari seni memasak, menunjukkan bahwa produk lokal mampu tampil di panggung gastronomi premium.

Acara ini menjadi seri kedua dari program AADC (Ada Apa Dengan...) yang diinisiasi Kokoon Hotel Banyuwangi.

Setelah sebelumnya mengeksplorasi cokelat lokal dalam tema "Ada Apa Dengan Coklat", kini giliran kopi yang menjadi inspirasi utama. Melalui program ini, hotel ingin membuka ruang kolaborasi antara industri perhotelan dengan para pelaku usaha lokal untuk menciptakan pengalaman kuliner yang memiliki nilai budaya sekaligus daya tarik wisata.

Malam pun ditutup dengan sesi interaktif bersama tim Kopi Gombengsari. Para tamu diajak mengenal lebih dekat perjalanan kopi, mulai dari proses budidaya di lereng Banyuwangi, pengolahan biji, teknik roasting, hingga bagaimana karakter rasa kopi dapat diterjemahkan ke dalam berbagai hidangan.

Baca juga: Kokoon Hotel Banyuwangi Gelar Penyerahan Simbolis Grand Prize Umrah 12 Hari Sajadah Vol. 3 

Bagi para peserta, pengalaman tersebut menghadirkan perspektif baru bahwa secangkir kopi menyimpan perjalanan panjang yang melibatkan alam, petani, perajin, hingga kreativitas seorang chef.

Melalui rangkaian AADC, Kokoon Hotel Banyuwangi terus memperkuat posisinya sebagai destinasi kuliner yang mengangkat potensi lokal melalui pendekatan gastronomi.

Setiap edisi tidak hanya menyajikan menu istimewa, tetapi juga merangkai kisah tentang kekayaan alam dan budaya Banyuwangi dalam pengalaman bersantap yang berkelas.

Ketika kopi lokal mampu hadir di meja fine dining tanpa kehilangan jati dirinya, yang tersaji bukan sekadar hidangan, melainkan sebuah cerita tentang bagaimana kekayaan daerah dapat diolah menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus memperkuat citra Banyuwangi sebagai destinasi wisata kuliner berbasis produk lokal.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru