SURABAYA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat perannya sebagai entitas utama dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) melalui berbagai sinergi strategis bersama bank pembangunan daerah anggota KUB.
Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Bank Jatim dalam memperkuat daya saing industri perbankan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui kolaborasi yang saling memberikan nilai tambah.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan bahwa penguatan sinergi antar anggota KUB menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan ekosistem perbankan daerah yang semakin kuat, efisien, dan kompetitif di tengah dinamika industri keuangan yang terus berkembang.
"Sebagai Entitas Utama KUB, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama," ujar Winardi.
Saat ini, anggota KUB Bank Jatim terdiri atas Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung.
Bersama kelima BPD tersebut, Bank Jatim terus mengakselerasi implementasi berbagai potensi kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak.
Dengan Bank NTB Syariah misalnya, sinergi difokuskan pada implementasi layanan remitansi. Adapun saat ini sedang dalam proses integrasi sistem terkait bisnis remitansi bersama dengan menimbang potensi angka PMI di provinsi NTB.
Sementara itu, bersama Bank NTT, kerja sama terus menunjukkan perkembangan positif.
Pemanfaatan layanan jasa kustodian sebagai bentuk kerja sama resiprokal antar kedua belah pihak juga mencatat angka yang terus bertumbuh, terindikasi dengan optimalisasi penambahan penempatan surat berharga.
Selain itu, kedua bank juga telah mencapai kesepakatan terkait negosiasi fee layanan remitansi.
Selanjutnya bersama Bank Banten, Bank Jatim telah melakukan penyelarasan ketentuan joint financing guna mendukung implementasi pembiayaan bersama yang lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kemudian dengan Bank Sultra, sinergi diarahkan pada pengembangan layanan prioritas.
Saat ini proses kerja sama berada pada tahap pemenuhan dokumen perizinan kepada regulator sebagai bagian dari persiapan implementasi layanan tersebut.
Menurut Winardi, berbagai bentuk kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa KUB tidak hanya menjadi wadah pemenuhan ketentuan regulator.
Namun juga mampu menghadirkan sinergi bisnis yang memberikan dampak positif terhadap penguatan fundamental seluruh anggota.
”Kami optimis sinergi antar anggota KUB akan terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis lainnya. Dengan saling berbagi kapabilitas, memperluas layanan, dan mengoptimalkan potensi masing-masing daerah, kami yakin KUB akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia," tegasnya.
Implementasi sinergi yang terus berjalan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap kinerja konsolidasi Bank Jatim yang tumbuh positif sepanjang Semester I Tahun 2026.
Baca juga: Bank Jatim dan Bank NTT Jalin Kerja Sama Layanan Jasa Remitansi Kemitraan
Hingga akhir Juni 2026, total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp 162,05 triliun, meningkat 37,16 persen (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 118,15 triliun.
Dari sisi penyaluran kredit konsolidasi juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik, yakni naik 41,68 persen (YoY) dari Rp78,55 triliun pada Semester I 2025 menjadi Rp111,28 triliun pada Semester I 2026.
Selain itu, laba bersih konsolidasi Bank Jatim selama enam bulan pertama tahun 2026 juga berhasil tumbuh 53,49 persen (YoY), dari Rp811 miliar menjadi sekitar Rp1,2 triliun.
”Pencapaian ini menunjukkan bahwa strategi penguatan sinergi melalui KUB mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis Bank Jatim maupun seluruh anggota.
Ke depan kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional maupun daerah," tutup Winardi.
Editor : Diday Rosadi