ILC 114 Jenewa, Swiss

KSPSI AGN Kirim William Yani dan Tonny Pangaribuan Kawal Konvensi Pekerja Platform dan Standar Ketenagakerjaan

Reporter : Diday Rosadi
William Yani Wea dan Tonny Pangaribuan delegasi KSPSI ATUC ikut serta dalam unjuk rasa gabungan serikat pekerja dari berbagai negara karena pimpinan serikat pekerja Belarus dipenjara. foto: KSPSI.agn

JENEWA - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia AGN mengirimkan dua delegasi Indonesia untuk menghadiri Sidang International Labour Conference (ILC) ke-114. 

Dua perwakilan yang ditunjuk KSPSI ATUC yang dipimpin Andi Gani Nena Wea adalah William Yani Wea selaku perwakilan KSPSI AGN sekaligus Ketua Umum SP IMPPI dan Tonny Pangaribuan yang menjabat sebagai Bendahara Umum KSPSI ATUC sekaligus Ketua Umum SP PMIT

Baca juga: Bersama Gubernur Khofifah, AGN Mendampingi Presiden Prabowo Meresmikan Museum Ibu Marsinah

114th International Labour Conference ILO digelar 1-12 Juni 2026 di Jenewa, Swiss. Sampai hari ke-5 seluruh komite teknis sudah masuk tahap pembahasan substansi berdasarkan laporan resmi ILO.

"Komite Aplikasi Standar hari ini mendalami Laporan Komite Ahli 2026 dan Survey Umum Employment and decent work for peace and resilience," kata pria yang akrab disapa Willy itu, dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026)

Willy mengungkapkan, krisis Timur Tengah berdampak langsung ke pekerja migran di Teluk, pelaut di Selat Hormuz, dan buruh pertanian di Lebanon Selatan.

Ia melanjutkan, proyeksi organisasi buruh internasional atau ILO, guncangan harga minyak berkepanjangan bisa menghapus 14 juta jam kerja purnawaktu tahun ini. 

Baca juga: Bertemu Pramono Anung, KSPSI-KSPI Sampaikan Tuntutan UMP Naik, Outsourcing Dihapus, Buruh Digital Dilindungi

"Tugas KSPSI AGN di komite ini memastikan negara anggota tetap akuntabel, standar ILO tidak diturunkan, dan pekerja di sektor krisis tetap dapat perlindungan dasar. KSPSI AGN mendorong pemerintah Indonesia aktif menyampaikan praktik baik perlindungan pekerja migran Indonesia di forum ini," terang Willy.

William Yani Wea memberikan pendapat di forum panel tentang kondisi negara Myanmar terhadap perlakuan kepada pengurus serikat pekerja dan Rohingya. 

Ia menambahkan, KSPSI AGN berprinsip Komite Aplikasi Standar bukan untuk menghukum negara, tapi untuk memastikan janji negara saat meratifikasi konvensi ILO dipenuhi. 

Baca juga: William Yani Tegaskan Sikap Solidaritas dan Dukungan Penuh kepada Kompol Cosmas

"Indonesia punya kepentingan besar agar standar ILO ditegakkan konsisten di kawasan ASEAN dan global, karena ini melindungi pekerja migran Indonesia di luar negeri" tegas pungkas Bung Willy.

Pada Hari sebelumnya William Yani Wea dan Tonny Pangaribuan ikut serta dalam unjuk rasa gabungan Serikat pekerja dari berbagai negara karena pimpinan serikat pekerja Belarus dipenjara dan Kondisi politik Myanmar yang makin buruk kepada serikat pekerja.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru