Hari Kearsipan Nasional ke-55, Jawa Timur Borong Empat Penghargaan

Reporter : Diday Rosadi
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan memborong empat penghargaan, pada puncak peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55. foto: KIP for ayojatim.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan memborong empat penghargaan sekaligus, pada puncak peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 yang digelar di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta Selatan, belum lama ini.

Empat penghargaan yang diraih Pemprov Jatim meliputi penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026, Simpul Jaringan Terbaik Nasional 5 Tahun Berturut-Turut, Pengawasan Kearsipan dengan Predikat AA (Sangat Memuaskan), dan Anugerah Memori Kolektif Bangsa (MKB) Untuk Arsip Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan Tahun 1931–1995.

Khusus penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional,capaian tahun ini menjadi yang kelima kalinya diraih Jawa Timur setelah sebelumnya berhasil diperoleh pada tahun 2021, 2022, 2024, dan 2025.

Penghargaan diterima oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Tiat S. Suwardi.

Sementara penghargaan Anugerah MKB turut diterima Ketua Umum Mahkamah Agung Gereja Kristen Jawi Wetan, Pdt. Natael Hermawan Prianto. Seluruh penghargaan diserahkan secara langsung oleh Kepala ANRI Mego Pinandito.

Atas capaian tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa hal ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh elemen dalam membangun tata kelola kearsipan yang kuat dan berkelanjutan di Jawa Timur.

"Penghargaan ini tentu tidak diraih sendiri, melainkan hasil sinergi dan kolaborasi banyak pihak. Mulai dari perangkat daerah, para arsiparis, hingga seluruh mitra strategis yang selama ini konsisten menguatkan tata kelola kearsipan di Jawa Timur,' ujarnya.

"Terima kasih atas dedikasi dan ikhtiar seluruh insan kearsipan yang terus menjaga memori kolektif bangsa," ucap Khofifah menambahkan.

Khofifah menyebut, khusus terkait keberhasilan mempertahankan penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional selama lima kali menunjukkan bahwa tata kelola kearsipan di Jawa Timur terus berkembang dan mampu mengikuti percepatan transformasi digital.

Maka, lanjutnya, penguatan sistem informasi kearsipan menjadi sangat penting agar arsip tidak hanya tersimpan dengan baik, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara luas sebagai sumber data dan referensi strategis dalam mendukung pelayanan publik maupun pengambilan kebijakan.

"Di era digital, arsip bukan lagi sekadar tumpukan dokumen. Arsip harus menjadi sumber data dan referensi yang dapat mendukung pelayanan publik, keterbukaan informasi, hingga perumusan kebijakan yang tepat," tegasnya.

Untuk mendukung penguatan tata kelola, Pemprov Jawa Timur terus melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari implementasi digitalisasi arsip melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE), penguatan pembinaan terhadap perangkat daerah dan lembaga kearsipan kabupaten/kota, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia bidang kearsipan.

Upaya tersebut turut mengantarkan Pemprov Jawa Timur kembali mempertahankan predikat “AA” dalam hasil pengawasan kearsipan nasional yang dilakukan ANRI. Predikat tersebut merupakan nilai tertinggi dalam standar pengawasan kearsipan nasional.

Khofifah menilai keberhasilan mempertahankan predikat tertinggi secara konsisten menjadi bukti bahwa pengelolaan arsip di Jawa Timur dijalankan secara serius, profesional, dan berkelanjutan.

"Mempertahankan predikat terbaik tingkat nasional selama bertahun-tahun tentu bukan hal mudah. Ini lahir dari komitmen bersama, penguatan SDM kearsipan, serta inovasi yang terus dijaga secara konsisten," ungkapnya.

Sementara itu, penghargaan Memori Kolektif Bangsa diberikan atas keberhasilan pengusulan dan penyelamatan Khazanah Arsip Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) periode 1931 - 1995 hasil kolaborasi antara Pemprov Jawa Timur dan GKJW.

Khofifah menjelaskan bahwa arsip tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena tidak hanya merekam perjalanan kehidupan keagamaan, tetapi juga dinamika sosial masyarakat Jawa Timur sejak masa kolonial hingga pembangunan nasional.

"Arsip GKJW menjadi bagian penting dari jejak toleransi, akulturasi budaya, serta kontribusi masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pergerakan sosial," ucapnya.

Di akhir, Khofifah menyebut berbagai penghargaan yang diraih Jawa Timur menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi dan transformasi kearsipan sejalan dengan semangat Hari Kearsipan Nasional tahun ini, yakni “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”.

"Penghargaan ini bukan akhir, tetapi pengingat bahwa kerja besar menjaga memori dan sejarah bangsa harus terus dilakukan bersama-sama. Kami berharap sinergi seluruh elemen masyarakat dalam penguatan kearsipan bisa terus diperkuat, karena dari arsip yang terjaga dengan baik itulah fondasi menuju Indonesia Emas 2045 dibangun," pungkasnya.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru