SURABAYA - Alkhalif Fawwaz Akbar, yang berasal dari SD Islam Al Azhar 35 Surabaya, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang AIROC 2026 (JTM International AI & Robotic Carnival) yang digelar di ADTEC JTM Campus, Taiping, Perak, Malaysia pada 24–26 April 2026.
Siswa kelas 3 SD Islam Al Azhar 35 Surabaya yang akrab disapa Alif ini, menjadi salah satu generasi muda Indonesia yang berhasil meraih 1st Runner Up (Juara 2) pada kategori Junior Maze Solving Robot (Line Follower).
Ajang AIROC 2026 merupakan kompetisi robotik dan kecerdasan buatan berskala internasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara Asia seperti Malaysia, Jepang, Indonesia, Thailand, Filipina, hingga Turki.
Kompetisi ini memperlombakan berbagai kategori seperti robot sumo, soccer robot, hingga maze solving robot, serta dilengkapi dengan seminar dan pameran teknologi AI.
Keberhasilan Alif tidak datang dengan mudah. Pada hari pertama kompetisi, ia bersama timnya sempat tampil sangat kompetitif di kategori Auto/RC Robot Sumo dan Soccer Robot.
Namun, hasil yang didapat belum sesuai harapan, dan momen tersebut sempat membuat timnya merasa kecewa. Bahkan, Alif sempat marah pada dirinya sendiri, karena sangat khawatir tidak mampu membawa nama baik sekolahnya dan Indonesia di abang perlombaan tersebut.
Di momentum itu, dengan polosnya Ia sempat menyampaikan rasa kecewanya kepada mama tercintanya.
"Ternyata gini ya ma rasanya Kecewa gak enak", ungkapnya.
Namun, melalui sambungan Video Call dari Indonesia, ayahnya mencoba terus menguatkannya, bahkan adeknya yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) juga turut setia menemani jalannya pertandingan dan rela menunggu berjam-jam penuh antusias dan semangat.
Di hari kedua, semangat Alif kembali terpacu dan tumbuh dengan mengikuti kategori Junior Maze Solving Robot secara individual.
Tanpa terlalu berharap, ia justrut ampil optimal dengan perolehan poin tinggi yang sempat ia lupakan karena masih terbawa kekecewaan sebelumnya. Tapi justeru tak disangka, saat pengumuman pemenang, nama Alif dipanggil sebagai Juara 2 (1st Runner Up), dan menjadi satu-satunya perwakilan yang membawa pulang prestasi untuk sekolahnya dan turut mengharumkan nama Indonesia di ajang AIROC 2026 (JTM International AI & Robotic Carnival).
Sebelum pengumuman, terdengar sorakan khas juga terdengar “Alif Surabaya! Good luck, bro!”
Sorakan pun sontak berubah menjadi tepuk tangan meriah saat namanya diumumkan sebagai pemenang. Dan setelah pengumuman tersebut, suasana ruangan menjadi riuh penuh haru sekaligus penuh energi.
Dukungan untuk Alif ternyata tidak hanya datang dari kontingen Indonesia, tetapi juga dari teman-teman baru Alif dari Malaysia dan negara lain. Sosoknya yang supel dan mudah bergaul membuatnya cepat akrab dengan peserta lain.
Alif merupakan putra dari Dr. Yudi Kemal Akbar, S.E., M.M, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Bapenda Penerintag Provinsi Jawa Timur, dan Sabrina Vira, seorang presenter televisi. Keduanya mengaku bangga atas pencapaian putranya yang tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis di bidang robotik, tetapi juga mental juang dan karakter yang kuat.
"Sebelumnya Alif juga telah mengikuti kompetisi Robotic, AI dan Innovation bertaraf Internasional di Solo dan Jakarta," ungkap ibunda Alif, Sabrina Vira.
Ia juga berharap prestasi Alif dikancah international akan menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat globa, khususnya dalam bidang teknologi dan inovasi.
"Diharapkan, keberhasilan Alif dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi di kancah global," tutup Sabrina, penuh bangga.
Editor : Amal Jaelani