Himpunan Humas Hotel Surabaya Raya Ajak Praktisi Hospitality Belajar Lewat UNMUTE STORY Vol. 02

Reporter : AM Lukman J
Himpunan Humas Hotel (H3) Surabaya menggelar "UNMUTE STORY Vol. 02: Behind The Brand" di Grand Inna Tunjungan Surabaya, pada Rabu (29/7/2026). Foto: Dok-H3/Ayojatim

SURABAYA, AYOJATIM.COM - Di era ketika satu unggahan media sosial mampu membangun reputasi sekaligus menghancurkannya dalam hitungan menit, membangun sebuah brand bukan lagi sekadar soal logo yang menarik atau kampanye yang viral. Ada strategi, konsistensi, dan cerita yang dirancang dengan cermat di balik setiap citra yang berhasil memenangkan hati publik.

Kesadaran itulah yang menjadi benang merah dalam "UNMUTE STORY Vol. 02: Behind The Brand" yang dihadiri para praktisi Public Relations, Marketing Communication, hingga pelaku industri hospitality. Acara digelar di Grand Inna Tunjungan Surabaya, pada Rabu (29/7/2026).

Forum diskusi ini dilaksanakan oleh Himpunan Humas Hotel (H3) Surabaya, sekaligus menjadi ruang untuk membahas bagaimana sebuah brand dibangun dari balik layar, mulai dari merancang pesan, mengelola reputasi, hingga menciptakan hubungan yang autentik dengan audiens.

Di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin dipengaruhi media digital, profesi humas dan marketing communication kini tidak lagi hanya bertugas menyampaikan informasi. Mereka dituntut menjadi pendongeng, analis tren, pengelola krisis, sekaligus pencipta pengalaman yang mampu membuat sebuah brand tetap relevan.

Tema "Behind The Brand" dipilih karena mencerminkan tantangan yang dihadapi hampir seluruh pelaku industri saat ini, khususnya sektor perhotelan yang semakin kompetitif. Keputusan tamu untuk memilih sebuah hotel, misalnya, sering kali tidak hanya dipengaruhi oleh fasilitas, tetapi juga oleh cerita yang dibangun melalui media sosial, ulasan pelanggan, hingga pengalaman digital yang mereka rasakan sebelum datang.

Melalui UNMUTE STORY, H3 Surabaya mencoba membuka ruang percakapan yang lebih santai namun berbobot. Tidak sekadar seminar satu arah, forum ini dirancang sebagai tempat bertukar pengalaman antarsesama praktisi komunikasi agar setiap peserta dapat belajar dari tantangan nyata yang dihadapi di lapangan.

Ketua Komite Program H3 Surabaya, Kus Andi, mengatakan perkembangan dunia komunikasi yang berlangsung sangat cepat membuat praktisi humas dan marketing communication harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan industri.

"Perkembangan dunia komunikasi yang semakin dinamis menuntut para praktisi Public Relations dan Marketing Communications untuk terus belajar, beradaptasi, serta meningkatkan kompetensinya agar tetap relevan dengan kebutuhan industri," ujarnya.

Bagi H3 Surabaya, forum seperti ini bukan hanya tentang berbagi ilmu, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi di industri hospitality. Wakil Ketua I Bidang Pengembangan Program dan Kerja Sama Berkelanjutan H3 Surabaya, Oyon, menilai kekuatan sebuah brand lahir dari perpaduan strategi komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi yang berkesinambungan.

"Melalui UNMUTE STORY Vol. 02, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang lebih terbuka dan inspiratif bagi para praktisi humas dan marketing communication. Kami percaya bahwa di balik sebuah brand yang kuat terdapat strategi komunikasi yang tepat, kreativitas yang berkelanjutan, serta kolaborasi yang solid," katanya.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang belajar bersama semakin besar. Salah satunya dirasakan Bimantara, seorang praktisi Marketing Communication hotel sekaligus anggota H3 Surabaya. Menurutnya, forum seperti UNMUTE STORY menghadirkan perspektif baru yang relevan dengan tantangan pekerjaan sehari-hari.

"UNMUTE STORY selalu menghadirkan topik yang dekat dengan tantangan pekerjaan sehari-hari. Forum seperti ini penting karena membuka peluang kolaborasi sekaligus menjadi tempat belajar dari pengalaman para profesional yang telah berhasil membangun sebuah brand," ungkapnya.

Lebih dari sekadar diskusi, UNMUTE STORY juga memperlihatkan bagaimana budaya belajar kini menjadi bagian dari gaya hidup profesional di industri hospitality. Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya perubahan tren digital, kemampuan untuk terus memperbarui pengetahuan menjadi modal penting bagi praktisi komunikasi agar mampu menjaga kepercayaan publik terhadap brand yang mereka kelola.

Penyelenggaraan UNMUTE STORY Vol. 02 turut mendapat dukungan dari Mekari Qontak sebagai partner kegiatan, serta Grand Inna Tunjungan Surabaya, Macaroni Cuck, Jamu Iboe, HelloNuve, PeauJeune Beauté, Credo Perfume, dan The Hotel Marketing sebagai sponsor.

Melalui program ini, H3 Surabaya berharap dapat terus menghadirkan ruang diskusi yang relevan dengan perkembangan industri, memperkuat jejaring profesional, sekaligus melahirkan ide-ide kreatif yang mampu mendorong daya saing sektor hospitality di Surabaya.

Di balik setiap brand yang dipercaya publik, selalu ada proses panjang yang jarang terlihat. Dan lewat UNMUTE STORY, H3 Surabaya mengajak para praktisi komunikasi untuk memahami bahwa membangun reputasi bukan sekadar menciptakan popularitas, melainkan membangun kepercayaan yang bertahan dalam jangka panjang.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru